Gudang fulfillment e-commerce di Indonesia memasuki era baru. Tokopedia (sekarang di bawah TikTok/ByteDance) dan Shopee dilaporkan menginvestasikan miliaran rupiah untuk upgrade gudang mereka di Jabodetabek dan Surabaya dengan sistem semi-otomatis. Fokusnya: pallet shuttle system dan mini-ASRS (Automated Storage and Retrieval System) untuk mempercepat picking rate dari 100–150 item/jam (manual) menjadi 300–500 item/jam.

Pallet Shuttle: Rak Konvensional + Robot Kecil

Pallet shuttle adalah evolusi dari rak drive-in konvensional. Alih-alih forklift masuk ke dalam lorong rak, sebuah shuttle (robot kecil beroda) berjalan di atas rail di dalam rak untuk mengambil dan meletakkan palet. Keuntungannya:

  • Densitas penyimpanan setara drive-in (65–75%) tanpa risiko forklift menabrak rak di dalam lorong
  • Kecepatan 2–3x lebih cepat dari drive-in manual karena shuttle bergerak otomatis
  • Bisa dioperasikan dari satu lorong depan — forklift hanya meletakkan palet di posisi pertama
  • Mendukung FIFO dan LIFO tergantung konfigurasi

Yang menarik: rak untuk pallet shuttle secara struktural mirip dengan rak heavy duty drive-in konvensional. Perbedaannya ada di rail dan mounting point untuk shuttle unit. Artinya, pabrik rak konvensional bisa memproduksi komponen rak shuttle dengan modifikasi minimal.

Mini-ASRS untuk Gudang E-Commerce

Sementara pallet shuttle untuk barang berat (palet), mini-ASRS digunakan untuk picking item kecil — produk yang dijual satuan di marketplace. Sistem ini menggunakan rak medium duty yang dilengkapi crane otomatis untuk mengambil tote/bin dari posisi rak manapun.

Tokopedia & Shopee Pakai Rak Shuttle di Gudang Otomasi

Gudang e-commerce biasanya menyimpan ribuan SKU dalam ukuran kecil. Dengan mini-ASRS, operator tidak perlu berjalan ke posisi rak — barang "datang" ke operator (goods-to-person). Ini mengubah layout gudang secara fundamental: lorong tidak lagi dirancang untuk manusia berjalan, tapi untuk robot bergerak.

Apakah Rak Konvensional Akan Punah?

Tidak. Otomasi masih terlalu mahal untuk sebagian besar gudang di Indonesia. Investasi ASRS bisa mencapai Rp500 juta–Rp5 miliar per instalasi, belum termasuk maintenance dan pelatihan. Hanya gudang dengan throughput sangat tinggi (>10.000 order/hari) yang mendapat ROI positif dari otomasi penuh.

Untuk 95% gudang di Indonesia, rak konvensional (selective, drive-in, medium duty) masih menjadi solusi paling cost-effective. Yang berubah adalah awareness: manajer gudang mulai lebih serius memikirkan layout, efisiensi lorong, dan kecepatan picking — hal-hal yang bisa ditingkatkan tanpa investasi otomasi.

Pelajaran untuk Gudang Anda

Meskipun belum menggunakan otomasi, ada prinsip dari gudang e-commerce otomatis yang bisa diterapkan di gudang konvensional:

  1. Pisahkan zona penyimpanan dan zona picking — seperti ASRS yang memisahkan storage dan picking station
  2. Tempatkan fast-moving SKU di posisi paling mudah dijangkau — level rak setinggi pinggang-dada, dekat area packing
  3. Optimalkan lebar lorong — pertimbangkan reach truck untuk lorong lebih sempit dan kapasitas lebih tinggi
  4. Gunakan WMS sederhana — bahkan spreadsheet yang terstruktur lebih baik dari sistem "ingatan operator"

Panduan lengkap desain layout gudang ada di artikel layout gudang. Untuk konsultasi rak gudang yang sesuai dengan operasi Anda, hubungi tim Perkasa Racking.